Begini Tips Menghadapi Tenaga Kerja Milenial


Setiap perusahaan mungkin pernah merasakan pola rekrutmen yang berbeda di setiap generasinya. Perkembangan zaman yang cepat tak jarang memengaruhi kebutuhan masyarakat dalam mencari pekerjaan. Maka dari itu, tak heran jika setiap generasi memiliki karateristiknya sendiri. Dalam hal mencari pekerjaan, generasi milenial saat ini memiliki karakteristik dan motivasi yang berbeda dari generasi-generasi sebelumnya. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya perlu  memahami karakter mereka terlebih dahulu. Meskipun begitu, di era serba digital seperti sekarang, proses rekrutmen manual tentunya tak akan efisien untuk generasi milenial. Untuk itulah, dibutuhkan platform asesmen online yang bisa dicek melalui https://www.smartplatform.asia/id, yang akan membantu memudahkan dalam proses rekrutmen. 

Namun, sebelum merekrut calon karyawan, berikut merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan perusahaan ketika menghadapi calon tenaga milenial, check it out: 

Milineal memerlukan pembimbing, bukan Bos

Ketika ingin merekrut calon tenaga milineal maka perusahaan harus memberikan style manajemen yang berbeda, di mana tempat kerja berubah menjadi tempat berkreasi dan berkembang. Alasannya karena milenial kurang menyukai kebijakan otoritas berbasis struktur yang cenderung tradisional. Maka, jangan heran jika rata-rata karyawan milenial memberikan respon kurang baik terhadap konsep power atau protokol yang ketat.

Milenial biasanya cenderung lebih menyukai lingkungan yang dapat membuat mereka berkembang. Dengan demikian, perusahaan perlu menjadi role model yang dapat membimbing mereka untuk dapat berkembang dalam dunia kerja. 

Berikan ruang untuk berkembang 

Para milenial yang lahir pada era tahun 90-an, dikenal sebagai generasi yang tidak sabaran karena tumbuh dalam lingkungan kesegeraan (immediacy), di mana segala sesuatunya berjalan dengan sangat cepat. Maka, tak heran jika generasi ini memiliki karateristik haus akan pengalaman baru dan gemar mencapai target-target jangka pendek. 

Nah, perusahaan bisa meningkatkan kemampuan tenaga kerja milenial dengan cara memberikan mereka pelatihan-pelatihan dan proyek-proyek jangka pendek. Tujuan melakukan ini adalah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja milenial dengan memberikan mereka ruang untuk mengeksplor diri secara bebas dan luas. 

Jadikan pekerjaan menjadi bagian dari kehidupan mereka

Sudah menjadi rahasia umum jika generasi milenial cenderung aktif dan terkenal dengan kemampuan multitasking-nya. Oleh karena itu, tenaga kerja milenial biasanya akan terlihat aktif dan melakukan banyak aktifitas di lingkungan pekerjaan mereka. Dengan demikian, perusahaan dapat menjadi lingkungan kerja sebagai playground mereka dan memberikannya sarana komunitas atau tim untuk mengerjakan proyek kantor. 

Itu dia beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghadapi tenaga kerja milenial. Meskipun demikian, setiap perusahaan tentunya tak hanya bertanggung jawab dalam menciptakan lapangan pekerjaan untuk calon karyawan, namun juga lingkungan kerja yang sesuai agar bisa memberdayakan tenaga kerja milineal dengan baik. 


Belum ada Komentar untuk " Begini Tips Menghadapi Tenaga Kerja Milenial"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel